Kisah Pilu: Bayi Meninggal karena Asap Rokok di Acara Aqiqah, Peringatan bagi Semua Perokok

Aku saja yang terkena penyakit itu daripada aku harus melihat Hafizh terbaring lemah dengan infusan, oksigen, suntikan, dan lain lain :'(

Setiap detik, aku hanya menginginkan kabar baik yang diucapkan oleh dokter. Sampai pada akhirnya, Hafizh harus melakukan rontgen agar bisa diteliti lebih dalam penyakitnya.
Kedua orangtua Hafizh berdoa tanpa henti agar kondisi bayi yang baru berusia satu bulan itu bisa membaik. Namun, kenyataan berkata lain, kondisi Hafizh justru makin memburuk.

Hafizh harus dipindahkan ke ruang perawatan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) karena kondisinya yang semakin menurun. Indah dan suaminya pun dipanggil oleh dokter, untuk membacakan hasil rontgen.

Indah mengutip ucapan dokter:

Jadi gini Bu, Pak.. Bayi Hafizh ini mengalami pneumonia sangat berat. Ini hasil rontgennya, seharusnya paru parunya itu berwarna hitam. Tapi disini paru paru bayi hafizh hampir putih semua.

Hitamnya hanya sebagian aja. Saya minta tanda tangan untuk persetujuan kalau nanti terjadi hal yang tidak diinginkan ya Bu, Pak.

Dengan berat hati, Indah dan suami menandatangani surat tersebut. Sambil terus berharap ada keajaiban yang bisa membuat Hafizh selamat.

Bayi meninggal karena rokok
Bayi meninggal karena rokok ini masih bisa tersenyum kepada sang ibunda sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Akan tetapi pada hari Minggu 30 Juli 2017, harapan itu pupus ketika mereka kembali dipanggil ke ruang PICU dan mendapat kabar bahwa denyut nadi Hafizh terus menurun. Indah dan suami hanya bisa pasrah.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Pilu: Bayi Meninggal karena Asap Rokok di Acara Aqiqah, Peringatan bagi Semua Perokok"

Posting Komentar