Di Indonesia Penelitiannya Ditolak, Pelajar Asal Yogyakarta ini Malah Diundang Google

Pada 15-20 Februari 2017, Farrel berada di kantor Google Mountain View, California, Amerika. Selama di kantor Google, Farrel mempresentasikan penelitiannya di hadapan seluruh peserta dari sejumlah negara yang lolos.

"Saya satu-satunya dari Indonesia, dan selama di sana itu presentasi, diskusi, sharing dengan orang-orang dari negara-negara lain yang lolos. Kami masing-masing didampingi satu mentor dari Google," bebernya.

Farrel mengaku senang berada di kantor Google. Farrel merasa takjub dengan sistem dan teknologi yang diterapkan di kantor Google.

"Senang sekali, jadi kantornya itu seperti kompleks, bersih dan teknologinya luar biasa, ada mobil pintar, mobil listrik, dan ada sepeda. Internetnya juga cepat sekali," ujarnya

Ingin berbagi

Menurutnya, banyak pelajaran yang didapat selama dirinya berada di kantor Google. Salah satunya adalah keterbukaan dalam sharing mengenai penelitian dan saling memberi masukan. Mereka terbuka membeberkan ide-ide tanpa takut dicuri oleh orang lain sehingga dalam sharing tersebut setiap orang didorong untuk semakin berkembang dan diberi masukan agar penelitiannya sempurna.

"Yang membuat saya tersentuh itu, banyak yang usianya baru 30 tahun sudah S-3. Saya tanya apa motivasinya sekolah cepat, ternyata mereka ingin biar cepat membagikan ilmunya untuk dunia, semakin lama lulus, semakin lama pula membagikan ke dunia," ujarnya.

Nilai itulah yang selanjutnya akan dilakukan oleh Farrel setelah pulang ke Indonesia. Farrel ingin membagikan pengalaman dan ilmu yang didapatnya kepada semua orang.

" Penelitian saya saat ini sudah digunakan, tetapi masih terus disempurnakan. Tetapi, secara pribadi ingin berbagi ilmu dan cerita untuk orang lain, ini yang paling penting, terus membuat komunitas pelajar di Yogya yang suka dengan penelitian dan komputer," tuturnya.

Belum lama ini, Farrel menorehkan prestasi menjadi juara di ajang peneliti Blia Jakarta 2017 Center for Young Scientist. Bersambung.>>>Baca Dihalaman Selanjutnya
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Di Indonesia Penelitiannya Ditolak, Pelajar Asal Yogyakarta ini Malah Diundang Google"

Posting Komentar