Cerita Anak 8 Tahun Jadi Mualaf, Belajar Salat Pakai Handuk dan Selalu Pergi Setiap Pukul 15.00

Sedangkan ketika diajak ke tempat ibadahnya Yogi selalu menolak.

Pernah ketika dibawa Yogi menangis dan ngajak keluar mau pulang.

Kemudian ketika dibawanya pulang ke kampung halamannya di hulu yang banyak anjing dan babi.

Yogi anak delapan tahun yang baru masuk Islam didampingi Eriyanti orangtuanya yang non Muslim saat ditemui awak media di rumahnya, Jumat (6/10/2017).TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Yogi anak delapan tahun yang baru masuk Islam didampingi Eriyanti orangtuanya yang non Muslim saat ditemui awak media di rumahnya, 

Menurutnya Yogi juga tidak suka dan takut tersentuh anjing atau babi.

Bahkan ketika mereka makan daging babi tapi Yogi sejak kecil pun tidak pernah mau makan babi.

Namun ketika ada tetangganya di Ketapang ada acara seperti selamatan.
Maka Yogi selalu mengajaknya untuk pergi ke acara tersebut.

“Katanya ayo ma kita pergi ke tempat orang amin-amin. Saya tanya di mana, katanya itu menunjukkan tempatnya, ternyata tempat orang Muslim selamatan gitu,” kenangnya.

Kemudian ketika awal Yogi masuk sekolah meminta izin kepadanya untuk ikut teman-temannya mengaji dan solat.

Lantaran merasa berbeda keyakinan ia awalnya melarang Yogi. Bersambung.>>> Baca Dihalaman Selanjutnya
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Anak 8 Tahun Jadi Mualaf, Belajar Salat Pakai Handuk dan Selalu Pergi Setiap Pukul 15.00"

Posting Komentar