Guru Patut Disejahterakan Dan Dilindungi, Jangan Hanya Dituntut Dengan Banyak Kebijakan Baru

Asahberita.com - Jelang puncak perayaan peringatan Hari Guru Nasional (HGN), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama organisasi-organisasi guru kompak mengonsep rangkaian acara. 

Meski begitu, masing-masing perwakilan organisasi guru berharap peringatan HGN bukan sekadar seremoni semata. Ketua Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Tety Sulastri mengungkapkan, salah satu harapan pada HGN, yakni nasib guru honorer. Menurut dia, saat ini perhatian pemerintah terhadap guru honorer masih minim.


"Harapannya perhatikan teman-teman kami yang saat ini masih jadi guru honorer. Apapun bentuknya yang penting diperhatikan dulu," ucapnya dalam konferensi pers HGN di Kemdikbud, Jakarta, baru-baru ini. Senada dengan FGII, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Muhammad Asmin mengatakan, guru berhak mendapat kesejahteraan yang layak, termasuk perlindungan. Hal ini, lanjut dia, juga harus diiringi dengan peningkatan kualitas guru dalam mengajar. 

Menanggapi harapan organisasi guru tersebut, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemdikbud, Sumarna Surapranata menjelaskan jika untuk mewujudkan hal tersebut pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Terhadap kekerasan terhadap guru, Pranata menegaskan bahwa Kemdikbud bertekad melindungi, baik dari segi profesi, keselamatan kerja, dan hukum.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Guru Patut Disejahterakan Dan Dilindungi, Jangan Hanya Dituntut Dengan Banyak Kebijakan Baru"

Posting Komentar