Buat Guru, Stop Pukul Dan Cubit Siswa!

Di sisi lain, Psikolog Hanna Monareh menyebut, kekerasan pendidik terhadap murid akan mengganggu masa perkembangan peserta didik bersangkutan.

Dikatakan Monareh, anak-anak itu ibarat kertas putih yang bersih, dan akan siap untuk digores. “Jika goresan itu tidak bagus, kertas itu sendiri akan rusak,” ujarnya. 

Sebab itu, guru dan lingkungan juga harus memberikan contoh yang baik. Sehingga anak merasa malu jika melakukan kegiatan tidak baik. Ke depan, orang tua perlu memperhatikan dan memberikan penanaman akhlak kepada anaknya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Manado Dr Deysie Lumowa mengatakan, pihaknya sudah rutin melakukan sosialisasi ketika berkunjung ke sekolah. Untuk mengimbau guru-guru dan kepala sekolah tidak berkata kasar kepada murid, apalagi sampai melakukan tindakan kekerasan.

“Kami meminta kepada guru supaya menjadikan bapak dan ibu bagi murid. Tapi ada batasan dan kode etik. Kemudian memberikan pendidikan karakter kepada anak didik,” ungkapnya.

Menurut Lumowa, selama ini belum ada kasus kekerasan terhadap siswa di lingkungan Dinas Pendidikan Manado. “Kalau kedapatan seperti ini, kita akan melihat dulu duduk persoalannya seperti apa. Baru diambil tindakan dan sanksi kepada guru yang bersangkutan,” katanya.

Tapi kalau ada guru yang melakukan pelecehan seksual, langsung diberikan tindakan. ”Kalau perlu sampai pemecatan,” tegasnya.

(Sumber : manadopostonline.com)

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di www.asahberita.com. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat. Untuk info terbaru lainya silakan kunjungi laman DISINI..!!!









loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buat Guru, Stop Pukul Dan Cubit Siswa!"

Posting Komentar