Benarkah Pembantu Lebih Berharga dari Guru Honorer ?

Guru Adalah Orangtua Kita Semua

Tak peduli setinggi apapun jabatanmu sekarang, sebanyak apapun asset dan harta yang kau miliki. Tetap saja guru adalah orangtua kita semua yang tak bisa dilupakan begitu saja.

Hari-hari kita pernah dilalui bersama mereka. Kenakalan kita mereka hadapi dengan sabar, bahkan tak jarang saat kita masih usia sangat kecil (TK / Kelas 1 SD) kita sangat tergantung pada guru dalam menjaga dan mengurus kita di sekolah.

Bapak/Ibu yang terhormat, jika anda memiliki jabatan dan kekuasaan sekarang namun melupakan para guru, itu sama saja anda melupakan nasib orangtua anda sendiri.  Elokkah anak yang tak peduli dengan orang tuanya ?        
Elokah seorang anak yang melupakan semua jasa orang tuanya? Jawabannya ada di hati masing-masing.

Ini adalah sebuah pertanyaan ringan dari saya untuk kita sama-sama renungkan.
Jika soudara ingin memberikan sejumalah uang pada sebuah keluarga mana yang akan soudara pilih, Memberikan uang tersebut pada anaknya , atau orangtuanya ?

Jika soudara memberikan uang pada anaknya saya yakin uang tersebut akan digunakan untuk banyak hal yang tidak bermanfaat, seperti untuk beli mainan atau jajanan saja, dan orangtuanya kemungkinan takan merasakan sedikitpun manfaat pemberian anda.

Beda halnya ketika soudara memberikan sejumlah uang pada orangtuanya, penulis yakin semuanya akan merasakan manfaatnya. Bahkan kemungkinan besar yang paling banyak menikmati manfaat tersebut adalah anaknya. Hal ini dikarenakan sudah menjadi tabiat setiap orangtua jika selalu mendahulukan kepentingan dan kebahagiaan anak-anaknya dibanding dirinya sendiri.

Ilustrasi diatas adalah sedikit gambaran bagi pemerintah yang hanya fokus memberikan berbagai bantuan langsung pada siswa tapi lupa pada kesejahtraan guru dan keluarganya.

Jika untuk kebutuhan hidupnya banyak guru yang harus pinjam sana-sini, kira-kira seberapa persen anda yakin guru tersebut bisa mengajar dan mendidik anak dengan baik di sekolah. Jangankan untuk mendidik anak orang lain dengan baik, tangisan anak sendiri yang meminta dibelikan berbagai keperluan agar bisa menjalani hidup seperti anak-anak yang lainpun terus mengganggu pikirannya.
Sekalipun kurikulum yang diterapkan sangat luar biasa bagusnya, jangan harap suatu pendidikan akan maju jika pelaksana utama pendidikan (guru) tersebut tidak diperhatikan, bahkan terkesan di injak-injak dan disepelekan. Jangankan oleh pemerintah, masyarakat awam saja pernah berkata pada saya “hanya bagus pakaiannya, tapi uangnya tidak ada ,” ia berkata demikian karena saya berprofesi sebagai guru honorer.



loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Benarkah Pembantu Lebih Berharga dari Guru Honorer ?"

Posting Komentar